'

'

PANDUAN PEMBINAAN & MATERI PRAMUKA LENGKAP (Page II)

Posted by

PANDUAN PEMBINAAN & MATERI PRAMUKA LENGKAP  (Page II)
Selamat datang, di halaman ini adalah lanjutan materi yang ke : Materi Sebelumnya

BAB 28
KEWIRAAN

1. Wira berarti gagah, satria, pahlawan perkasa, berani atau patriot.
2. Materi kewiraan dipersiapkan untuk menggali potensi dan kemampuan bela negara melalui :
a. Meningkatkan perasaan cinta tanah air
b. Meningkatkan kesadaran berbangsa dan bernegara
c. Keyakinan akan kesaktian Pancasila sebagai ideologi negara
d. Kesadaran rela berkorban
e. Kemampuan bela negara
3. Kewiraan diartikan sebagai kesadaran mencintai dan memuliakan serta keberanian untuk membela bangsa dan tanah air.
4. Pendidikan kewiraan adalah usaha sadar untuk menyiapkan peserta didik untuk mengembangkan kecintaan, kesetiaan dan keberanian bela tanah air dan sekaligus sebagai sebuah sistem nasional.
5. Maksud dan tujuan pendidikan kewiraan adalah untuk memperluas cakrawala pikir peserta didik sebagai pejuang bangsa dalam usaha menciptakan kesejahteraan dan keamanan nasional.
6. Tujuan belajar kewiraan adalah untuk meningkatkan kesadaran diri dalam bela negara, berfikir komprehensif, dan integral di kalangan pelajar.
7. Dasar hukumnya adalah : UUD 1945, Pancasila, GBHN, Kep. Mendikbud 061/4/1985, Kepmenhankam nomor 02/II/1985, UU No. 20/ 1982 tentang Pokok-pokok pertahanan Nasional, UU No. 2/ 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang berisi tentang Ruang lingkup dan Integrasi pendidikan.


BAB 29
KEWIRAUSAHAAN

1. Usaha adalah kemauan untuk mendapatkan sesuatu, kemauan untuk bekerja.
2. Wirausaha adalah perilaku dengan penuh keberanian, mengambil risiko, keutamaan, kreatifitas dan keteladanan dalam menangani usaha berpijak pada kemauan.
3. Kewirausahaan diartikan sebagai semangat sikap perilaku dan kemauan seseorang dalam menangani usaha atau kegiatan yang mengarah pada upaya menciptakan cara kerja dengan meningkatkan efisiensi kerja lebih baik untuk mendapatkan keuntungan lebih besar.
4. Asas pokok kewirausahaan yakni :
a. Mandiri
b. Mampu memecahkan masalah
c. Keberanian mengambil keputusan secara cepat dalam kondisi kritis
d. Keberanian mengambil risiko
e. Inovatif dan kreatif
f. Produktif
g. berkarya

5. Pendidikan kewirausahaan diberikan dengan tujuan dasar untuk membentuk manusia yang :
a. Rasa percaya diri
b. Kemandirian
c. Kreatif dan mampu menemukan peluang
d. Inovatif
e. Mampu berkomunikasi dengan baik
f. Hidup terencana
g. Jujur
h. Hemat
i. Tangguh
j. Disiplin
k. Mampu melakukan managerial
l. Berfikir dan bertindak strategis
m. Berani mengambil risiko
n. Kreatif
6. Sarana media kewirausahaan pada kepramukaan yakni :
a. Pembina yang berkualitas
b. Tersedianya program pendidikan peserta didik yang baik
c. Daya guna SKU, SKK dan SPG dan Usaha pemilikan TKU, TKK dan TPG
d. Satuan karya
e. Meningkatkan iman dan taqwa
7. Pendidikan kewirausahaan dalam kepramukaan dilakukan :
a. Program pendidikan peserta didik yang disusun secara bersama
b. Pembina yang mengintegrasikan materi yang dapat memupuk rasa percaya diri, mandiri kreatif.
c. Pemimpin satuan belajar menjadi pemimpin
d. Learning by doing, learning by earn, earn to life
8. Untuk menjadi Pramuka yang berkualitas harus dilakukan :
a. Pemberdayaan gugus depan
b. Manajemen diefektifkan
c. Manunggal pada masyarakat
d. Pembina berkompetensi
e. Didikan tinggi, efektif dan efisien
9. Sasaran akhir dari kewirausahaan adalah pembinaan watak yang :
a. Berperilaku luhur
b. Berjiwa Pancasila
c. Mempunyai semangat iptek dan imtaq
d. Semangat mandiri
e. Jiwa kewira dan usahaan.


BAB 30
BERKEMAH SEBAGAI ALAT PENDIDIKAN

1. Kegiatan yang dilakukan di luar (alam terbuka) merupakan cara efektif pembentukan watak peserta didik. Dengan berkemah, peserta didik bisa belajar untuk menghargai kesederhanaan, menghindari pola hidup konsumtif dan mempelajari keharmonisan.
2. Berkemah adalah suatu rekreasi yang edukatif di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan serta sistem among. Di dalamnya terdapat interaksi antara
3. Perkemahan akan efektif jika :
a. 3M (mudah, manfaat, murah)
b. Dilaksanakan dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan
4. Untuk mencapai tujuan dan sasaran pada perkemahan, perhatikan :
a. Keamanan dan keselamatan
b. Disiplin dan lingkungan
c. Tata cara
5. Berkemah akan menjadi hal yang sangat penting, sebagai puncak materi yang telah dipelajari dan diikuti. Berkemah juga menjadi satuan Pramuka yang baik dan efektif, bukan latihan yang hanya mengejar TKK.
6. Tujuan berkemah antara lain :
a. Membina dan mengembangkan kemampuan fisik, mental, intelektual, emosional dan sosial peserta didik sebagai individu.
b. Membentuk manusia :
1) bertakwa pada Tuhan Yang Maha Esa
2) Membina mental dan percaya diri
3) Memiliki kesehatan dan daya tahan tubuh
4) Memiliki daya kreasi
5) Memiliki keterampilan dan ketangkasan
c. Belajar bekerjasama, bergotong royong, dan hidup mandiri
d. Mengembangkan rasa cinta tanah air
e. Mencari pengetahuan dan pengalaman baru
f. Menjadi salah satu wadah untuk melakukan pengabdian pada masyarakat
7. Berkemah dilakukan hanya pada Penggalang, Penegak dan Pandega. Pada siaga boleh dilakukan jika hanya berupa persami yang tendanya didirikan oleh pembina, peserta tidak memasak dan acara disusun oleh pembina dengan baik.
8. Pemilihan tempat berkemah :
a. Cari tanah yang rata atau sedikit miring
b. Cari tanah yang berumput
c. Ada pohon untuk tempat berlindung
d. Ada saluran pembuangan air
e. Pemandangan yang menarik
f. Arena petualangan yang menantang
g. Keamanan lokasi terjamin, baik dari binatang buas maupun dari gangguan lain
h. Tidak terlalu dekat dengan jalan raya atau perkampungan
i. Tidak terlalu jauh dari pasar, pos kesehatan dan pos keamanan
9. Pelaksanaan perkemahan
a. Persiapan, lakukan kesepakatan dan penyusunan acara oleh Dewan Satuan. Tentukan :
1) Waktu dan tempat, juga tujuan dan biaya
2) Peralatan dan pembekalan
3) Peninjauan tempat berkemah
4) Izin dari orang tua dan penguasa daerah setempat
5) Panitia pelaksana
6) Susunan acara
b. Pelaksanaan
1) Kegiatan dilakukan sesuai dengan rencana dan tujuan
2) Kegiatan dilakukan sesuai dengan kemampuan peserta didik
3) Tersedia acara pengganti. Setiap kegiatan harus memperhatikan keselamatan dan keamanan, lokasi setelah perkemahan selesai harus bersih, perlengkapan regu dan pribadi perlu diperhatikan.
4) Perkemahan pada Penegak dan Pandega dapat dilaksanakan (dipanitiai) oleh Sangga atau Reka.
c. Evaluasi
1) Prestasi peserta didik mengalami perubahan ke arah positif
2) Kesehatan peserta mengalami peningkatan
3) Kekurangan dan kelemahan perkemahan diketahui


BAB 31
KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN

1. Keterampilan kepramukaan adalah keterampilan yang didapat dalam kegiatan yang mungkin saja dapat menjadi pelajaran bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan hidup. Keterampilan yang diberikan disesuaikan dengan usia, lama kegiatan diikuti dan kualitas pembina.
2. Jenis-jenis keterampilan kepramukaan :
a. Spiritual
1) Pengenalan kaidah-kaidah agama
2) Pengamalan Prinsip Dasar Kepramukaan
3) Pengamalan Kode Kehormatan Pancasila
4) Pengamalan Pancasila
b. Emosional
1) Cermat menghadapi masalah
2) Bijak dalam mengambil keputusan
3) Tidak tergesa-gesa dalam menentukan sikap
4) Menghormati lawan bicara, sopan santun, dan menghormati orang yang lebih tua
c. Manajerial
1) Kepemimpinan, perencanaan dan pelaksanaan kegiatan
2) Administrasi kegiatan
3) Hubungan antar instansi
4) Penyusunan laporan hasil kegiatan
d. Fisik
1) Tali-temali : simpul ujung tali, simpul mati, simpul anyam dan berganda, simpul erat, simpul pangkal, simpul tarik, simpul kursi, dan simpul tiang.
2) Ikatan : ikatan canggah, palang, sambungan dan kaki tiga.
3) Kompas, peta (peta pita/ peta perjalanan dan peta lapangan) dan penggunaannya.
4) Bahasa isyarat, sandi, morse dan smaphore.
5) Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai.
e. Mengenal berbagai gejala alam, misalnya : kabut, matahari dan bintang
f. Keterampilan sosial
1) P3K
a) Kesehatan lapangan
b) Dapur umum
c) Evakuasi
d) SAR (Search and Rescue)
2) Kesehatan masyarakat
3) Pengamanan masyarakat
a) Pengamanan TKP (Tempat Kejadian Perkara)
b) Kebakaran
c) Konservasi tanah dan air


BAB 32
PENJELAJAHAN LINTAS ALAM

1. Penjelajahan lintas alam dikonsentrasikan pada Survival Training yang penuh dengan tantangan. Diramu dengan variasi :
a. Membaca peta
b. Menggunakan kompas
c. Membuat peta pita perjalanan
d. Memecahkan sandi dan bahasa isyarat
e. Membaca tanda jejak
f. Menaksir tinggi pohon dan lebar sungai
g. Sketsa panorama
h. Praktik membalut dan mengangkat pasien (P3K)
i. Halang rintang (alami dan buatan)
2. Proses yang ingin dicapai dalam penjelajahan lintas alam adalah pengembangan :
a. Kepemimpinan
b. Demokrasi
c. Kekompakan team
d. Kematangan berpikir
e. Kemandirian
f. Percaya diri
g. Keterampilan dan ketangkasan
h. Administrasi dan pembagian tugas
i. Pengetahuan dan pengalaman
3. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penjelajahan lintas alam
a. Keselamatan peserta didik
b. Tingkat kesulitan yang akan dialami peserta didik di dalam perjalanan
c. Petugas yang memadai baik dalam jumlah maupun dalam kualitas
d. Penyusunan laporan hasil perjalanan
e. Evaluasi


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 8:57:00 PM

0 komentar:

Post a Comment