'

'

Pekerjaan Baik Menurut Kitab Suci Weda

Posted by

Pekerjaan Baik  Menurut Kitab Suci Weda
Selamat datang di blog pecinta Ipa ini, disini saya akan mencoba menuliskan beberapa sloka yang membahas mengenai pekerjaan, semoga kita semakin bersemangat bekerja dengan membaca sloka ini. Seperti yang kita ketahui, bahwa kita melakukan segala hal tidak lepas melakukan kesalahan bahkan sampai melakukan perbuatan Dosa. Banyak diantara teman yang ragu dengan pekerjaannya, apakah berbuat dosa atau tidak, Ta[i ingatlah kawan, jika kamu memikirkan pekerjaan berdosa atau tidak berarti kamu secara tidak sadar telah mengharapkan Pahala atau imbalan, tapi ya sudahlah hehehe, kita hanya bisa berharap kan ? Semoga harapaankita menjadi yang terbaik. Sekarang akan sya coba tuliskan slokanya. Agar tidak berdosa lakukan kewajiban saja jangan ada motif untuk nguntit uang dari koperasi atau berfikir pahalanya, biar disanjung teman atau biar dapat kedudukan.hehehe.

2.47
karmaṇy evādhikāras te
mā phaleṣu kadācana
mā karma-phala-hetur bhūr
mā te sańgo 'stv akarmaṇi

karmaṇi—dalam tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan; evā—pasti; adhikāraḥ—benar; te—dari engkau; mā—tidak pernah; phaleṣu—dalam soal hasil; kadācana—pada suatu waktu; mā—jangan; karma-phala—dalam hasil dari pekerjaan; hetuḥ—sebab; bhūḥ—menjadi; mā—jangan; te—dari engkau; sańgaḥ—ikatan; astu—seharusnya ada; akarmaṇi—dalam kebiasaan tidak melakukan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan.


Terjemahan
Engkau berhak melakukan tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, tetapi engkau tidak berhak atas hasil perbuatan. Jangan menganggap dirimu penyebab hasil kegiatanmu, dan jangan terikat pada kebiasaan tidak melakukan kewajibanmu.
Penjelasan
Ada tiga pertimbangan di sini; tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan, pekerjaan secara sembarangan, dan tidak melakukan perbuatan. Tugas-tugas yang telah ditetapkan adalah kegiatan yang dianjurkan menurut sifat-sifat alam material yang telah diperoleh seseorang. Pekerjaan secara sembarangan berarti perbuatan tanpa izin dari penguasa, dan tidak melakukan perbuatan berarti tidak melakukan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan. Krishna menasehati Arjuna agar dia tidak bermalas-malasan, melainkan melakukan tugas yang telah ditetapkan baginya tanpa terikat terhadap hasilnya. Orang yang terpikat terhadap hasil pekerjaannya juga penyebab perbuatan. Karena itu, dia menikmati atau menderita oleh hasil perbuatan itu.
Tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan terdiri dari tiga bagian, yaitu pekerjaan biasa, pekerjaan darurat dan kegiatan yang diinginkan. Pekerjaan biasa yang dilakukan sebagai kewajiban menurut peraturan Kitab Suci tanpa keinginan untuk menikmati hasil atau pahala adalah perbuatan dalam sifat kebaikan. Pekerjaan yang membawa hasil menyebabkan ikatan; karena itu,pekerjaan seperti itu tidak menguntungkan. Semua orang mempunyai hak milik atas tugas-tugas kewajiban yang sudah ditetapkan, tetapi sebaiknya ia bertindak tanpa ikatan terhadap hasil; tugas-tugas kewajiban tanpa mementingkan diri sendiri seperti itu tentu saja membawa seseorang ke jalan pembebasan

Karena itu, Arjuna dinasehati oleh Krishna agar bertempur sebagai kewajiban tanpa ikatan terhadap hasil. Keinginan Arjuna untuk tidak ikut dalam perang adalah sisi lain dari ikatan. Ikatan seperti itu tidak pernah membawa seseorang ke jalan pembebasan. Ikatan manapun, baik yang positif maupun yang negatif, menyebabkan perbudakan. Tidak melakukan perbuatan juga merupakan dosa. Karena itu, bertempur sebagai tugas kewajiban adalah satu-satunya jalan yang mujur menuju pembebasan bagi Arjuna.

3.8
niyataḿ kuru karma tvaḿ
karma jyāyo hy akarmaṇaḥ
śarīra-yātrāpi ca te
na prasiddhyed akarmaṇaḥ

niyatam—ditetapkan; kuru—lakukanlah; karma—tugas kewajiban; tvām—engkau; karma—pekerjaan; jyāyaḥ—lebih baik; hi—pasti; akarmaṇaḥ—daripada tidak bekerja; śarīra—jasmani; yātrā—pemeliharaan; api—walaupun; ca—juga; te—milik engkau; na—tidak pernah; prasiddhyet—dilaksanakan; akarmaṇaḥ—tanpa bekerja.

Terjemahan
Lakukanlah tugas kewajibanmu yang telah ditetapkan, sebab melakukan hal demikian lebih baik daripada tidak bekerja. Seseorang bahkan tidak dapat memelihara badan jasmaninya tanpa bekerja.

Penjelasan
Ada banyak juru semadi palsu yang menyamar sebagai orang keturunan bangsawan, dan banyak professional yang hebat yang menyamar secara palsu seolah-olah mereka sudah mengorbankan segala sesuatu demi kemajuan dalam kehidupan rohani. Sri Krishna tidak menginginkan Arjuna menjadi orang yang berpura-pura. Melainkan, Krishna ingin agar Arjuna melakukan tugas-tugas kewajiban yang telah ditetapkan sebagaimana ditentukan untuk para ksatriya. Arjuna berumah tangga dan menjadi jendral di bidang militer. Karena itu, lebih baik Arjuna tetap demikian dan melaksanakan tugas kewajiban keagamaan sebagaimana dianjurkan bagi seorang ksatriya yang berumah tangga. Kegiatan seperti itu berangsur-angsur menyucikan hati orang duniawi dan membebaskan Diri-Nya dari pencemaran material. Apa yang hanya namanya saja melepaskan ikatan dengan tujuan mencari rejeki tidak dibenarkan oleh Krishna, ataupun dibenarkan oleh Kitab Suci manapun. Bagaimanapun, seseorang harus memelihara jiwa dan raganya dengan sejenis pekerjaan. Hendaknya pekerjaan jangan ditinggalkan secara bertingkah saja, tanpa penyucian Kecenderungan-kecenderungan duniawi. Siapapun yang berada di dunia material tentu saja memiliki kecenderungan yang tidak suci untuk berkuasa di atas alam material, atau dengan kata lain, untuk kepuasan indera-indera. Kecenderungan-kecenderungan yang kotor seperti itu harus dihilangkan. Tanpa berbuat demikian, melalui tugas-tugas yang telah ditetapkan, hendaknya seseorang tidak berusaha menjadi apa yang hanya namanya saja rohaniwan, meninggalkan ikatan terhadap pekerjaan dan hidup dibiayai orang lain.


3.25
saktāḥ karmaṇy avidvāḿso
yathā kurvanti bhārata
kuryād vidvāḿs tathāsaktaś
cikīrṣur loka-sańgraham

saktāḥ—dengan menjadi terikat; karmaṇi—dengan tugas-tugas yang telah ditetapkan; avidvāḿsaḥ—orang bodoh; yathā—sejauh mana; kurvanti—mereka melakukan; Bhārata—wahai putera keluarga Bhārata ; kuryāt—harus melakukan; vidvān—orang bijaksana; tathā—demikian; asaktaḥ—tanpa ikatan; cikirsuh—dengan keinginan untuk memimpin; loka-sańgraham—rakyat umum.

Terjemahan
Seperti halnya orang bodoh melakukan tugas-tugas kewajibannya dengan ikatan terhadap hasil, begitu pula orang bijaksana dapat bertindak dengan cara yang serupa, tetapi tanpa ikatan, dengan tujuan memimpin rakyat dalam menempuh jalan yang benar.


Penjelasan
Orang yang sadar akan Krishna dan orang yang tidak sadar akan Krishna dibedakan menurut keinginan yang berbeda. Orang yang sadar akan Krishna tidak melakukan sesuatu yang tidak bermanfaat untuk mengembangkan kesadaran Krishna. Barangkali ia bertindak persis seperti orang bodoh yang terlalu terikat terhadap kegiatan material, tetapi orang bodoh sibuk dalam kegiatan seperti itu untuk memuaskan kepuasan indera-indera, sedangkan yang lain sibuk untuk memuaskan Krishna. Karena itu, orang yang sadar akan Krishna diperlukan untuk memperlihatkan cara bertindak dan cara menggunakan hasil perbuatan untuk tujuan kesadaran Krishna kepada rakyat.

Lakukan kewajiban saja , dan hasil kerja kita nanti kita pakai untuk pelayanan dan memelihara kesehatan yang dipakai dalam pelayanan agar pelayanan optimal

5.10
brahmaṇy ādhāya karmaṇi
sańgaḿ tyaktvā karoti yaḥ
lipyate na sa pāpena
padma-patram ivāmbhasā

brahmaṇi—kepada Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa; ādhāya—menyerahkan; karmaṇi—segala pekerjaan; sańgam—ikatan; tyaktvā—meninggalkan; karoti—melakukan; yaḥ—orang yang; lipyate—dipengaruhi; na—tidak pernah; saḥ—dia; pāpena—oleh dosa; padma-patram—daun bunga padma; ivā—seperti; ambhasā—oleh air.

Terjemahan
Orang yang melakukan tugas kewajibannya tanpa ikatan, dengan menyerahkan hasil perbuatan kepada Tuhan Yang Maha Esa, tidak dipengaruhi oleh perbuatan yang berdosa, ibarat daun bunga padma yang tidak disentuh oleh air.

Penjelasan
Di sini kata brahmaṇi berarti sadar akan Krishna. Dunia material adalah manifestasi secara keseluruhan dari tiga sifat alam material, yang disebut dengan istilah pradhana. Mantra-mantra Veda yang berbunyi, sarvam hy etad brahma (Mandukya Upanisad 2), tasmad etad brahma nama rupam annam ca jāyate (Mundaka Upanisad 1.2.10), dan dalam Bhagavad-gita (14.3) mama yonir mahad brahma, menunjukkan bahwa segala yang ada di dunia material adalah manifestasi Brahman. Walaupun refleksinya diwujudkan dengan cara yang berbeda, namun refleksi itu tidak berbeda dari penyebabnya. Dalam Sri Isopanisad dinyatakan bahwa segala sesuatu mempunyai hubungan dengan Brahman Yang Paling Utama, atau Krishna. Karena itu, segala sesuatu adalah milik Krishna. Orang yang mengetahui secara sempurna bahwa segala sesuatu adalah milik Krishna, bahwa Krishna adalah Pemilik segala sesuatu, dan karena itu, segala sesuatu sibuk dalam pengabdian kepada Krishna, sewajarnyalah dia tidak mempunyai hubungan dengan hasil kegiatannya, baik kegiatan saleh maupun yang berdosa. Badan material, sebagai anugerah Tuhan untuk melaksanakan jenis perbuatan tertentu, juga dapat dibuat tekun dalam kesadaran Krishna. Dalam keadaan demikian, badan berada diluar pencemaran reaksi-reaksi dosa, persis seperti daun bunga padma, yang tidak pernah basah walaupun tetap berada dalam air. Krishna juga menyatakan dalam Bhagavad-gita (3.30) mayi sarvāni karmaṇi sannyasya: Serahkanlah segala pekerjaan kepada-Ku (Krishna)." Kesimpulannya bahwa orang tanpa kesadaran Krishna bertindak menurut paham badan dan indera-indera material, tetapi orang yang sadar akan Krishna bertindak menurut pengetahuan bahwa badan adalah milik Krishna, dan karena itu badan seharusnya menekuni pengabdian kepada Krishna.

Dari Beberapa Sloka yang saya baca tersebut. Hanya yang melakukan Pelayanan suci pada beliaulah yang tak terjamah dosa.

Mungkin kita karena kebanyakan ada pekerjaan yang tidak menyangkut pelayanan langsung dalam melakukan pekerjaan resiko dosa dalam kerja terlalu tinggi. Tapi di Bagawad Gita bab II.47, III.8 , III.25, V.10 , sebelumnya yang saya baca ada patokan, tulus iklas, lakukan kewajiban saja, jangan ada motif, atau memikirkan pahalanya, jangan terlalu memikirkan kepetingan pribadi, dan bekerja untuk kepentingan , kesejahteraan semua dan memelihara ketertiban sosial. Terutama untuk para penyembah. Jadi pelayanan kita saling bantu dan optimal. Maaf tidak bisa menjelaskan karena saya tidak berkualitas.

Semoga dengan adanya penjelasan tersebut kita semakin bersemangat dalam bekerja, sehingga kita bisa melakukan pelayanan terhadap Tuhan dengan sebaik-baiknya. Karena Beliaulah yang paling sempurna, maka yakin dan berserah dirilah kepadanya.

Kita tidak bisa mengharapkan hasil yang sempurna, Karena yang paling sempurna adalah beliau sendiri. Yang maha Kuasa. Dengan ini diharapkan Kita melakukan pekerjaan yang baik. Memang ada pekerjaan yang tegolong mulia seperti Guru, Petugas Kesehatan (Dokter, Bidan, Perawat). Dan yang lain jika bisa melakukan prinsip diatas niscaya dengan terus membaca kitab Bhagawad Gita, Karena Tuhan Sri Krisna Bersabda " "Ketahuilah bahwa Kitab Suci Veda Bhagavad-gita tidak berbeda daripada diri-Ku sendiri. Orang yang mendengarnya segera disucikan dari reaksi dosa." , Maka, Pelajari, Pahami, Dengarkan dan Lakukan yang sudah tertulis dalam kitab Bhagawad gita. Sampai Jumpa, maaf saya kurang berkualitas dalam menjelaskan ini, semoga bisa memba


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 6:25:00 AM

0 komentar:

Post a Comment