'

'

Pembagian/ Klasifikasi Rahasia Weda (Veda) Lengkap

Posted by

Pembagian / Klasifikasi Rahasia Weda (Veda) Lengkap

Selamat datang di Web-blog sederhana ini, disini saya akan posting pembagian Weda sesuai Aslinya. Yang sebagian dari pembagian Weda yang mungkin beberapa yang kurang lengkap., disini dalam postingan artikel ini berusaha melengkapi pembagian weda yang kurang Lengkap. Semoga bisa menjadi bahan pertimbangan dan memperdalam ilmu dibidang Weda. Berikut adalah Gambarnya ;
Gambar  Skema Pembagian Weda (Veda)

Mungkin dari beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa pembagian Weda/ Veda berbeda. disini yang membedakan adalah adanya Pembagian Kitab " Bhagawad Gita " ada diantara Veda Sruti dan Smerti. Panti diantara para pembaca yang melihat dari beberapa sumber lain ada yang merasa kebingungan , ditebak bahwa Bhagawad Gita merupakan Bagian Ithihasa Yaitu di bagian Purana Mahabharata, atau ada yang beranggapan bahwa ada di bagian mantra karena Bhagawad gita sering dinyanyikan seperti Mantra. Namanya spekulasi dari berbagai anggapan tidak ada yang menyalahkan. 



Mungkin dari beberapa sumber yang lain disebutkan bahwa pembagian Weda/ Veda berbeda. disini yang membedakan adalah adanya Pembagian Kitab " Bhagawad Gita " ada diantara Veda Sruti dan Smerti. Panti diantara para pembaca yang melihat dari beberapa sumber lain ada yang merasa kebingungan , ditebak bahwa Bhagawad Gita merupakan Bagian Ithihasa Yaitu di bagian Purana Mahabharata, atau ada yang beranggapan bahwa ada di bagian mantra karena Bhagawad gita sering dinyanyikan seperti Mantra. Namanya spekulasi dari berbagai anggapan tidak ada yang menyalahkan. 

Lihat Berdasarkan sistem pertimbangan materi dan luas ruang lingkup isisnya, malah jenis buku weda itu banyak. Weda itu mencakup berbagai aspek kehidupan yang menyangkut manusia. Maharsi Manu membagi jenis isi Weda itu kedalam dua kelompok besar yang di sebut:
1. Weda Sruti
2. weda Smrti

Pembagian dalam dua jenis ini di pakai selanjutnya untuk menambahkan semua jenis buku yang dikelompokan sebagai kitab Weda baik secara tradisional maupun secara internasional ilmiah. Kelompok Weda Sruti isinya hanya memuat wahyu sedangkan kelompok Smrti isinya adalah sebagai ingatan kembali terhadap Sruti. Jadi Smrti merupakan, buku pedoman yang isisnya tidak bertentangan denga Sruti, bila di bandingkan dengan ilmu politik Sruti merupakan UUD nya Hindu sedangkan Smrti adalah UU. pokok dan UU. pelaksanaanya adalah Nibandha. Kedua- duanya merupakan sumber hukum yang mengikat yang harus di terima, oleh karena itu ”Bagawan Manu” menegaskan dalam Wedanya “Manawa dharmasasatra’’II 10. sebagai berikut:


srutitsu weda wijneyo dharmacastram tu wai smrti. te sartwarhawam imamsyo tabhyam dharmohi nirbo bhau.


Artinya:
sasunguhnya sruti (wahyu) adalah weda demikian pula smrti itu adalah darmasasatra, kedunya harus tidak boleh diragukan dalam apapun juga karna kedunya adalah kitab suci yang menjadi sumber dari agama hindu. (dharma).

Dari berbagai sejarahpeng kodifikasian terdapat ilmu menulis, ilmu menulis tersebut baru bnyak dipakai tidak lebih dari 100 SM sebagaimana dapat dibuktikan dari penemuan prasati bahkan tidak bmungkin lebih dari 900 SM. Pendapat lain mengatakan diperkirakan masa turunnya Weda antara tahun 2000 sampai dengan 1500 SM. Pada 1000 SM dan 800 SM.
Ilustrasi Dewa Surya

Kalau kita perhatikan secara seksama mengenai isi samhita yang ada sekarang tampak adanya metode dan sistem pengkodifikasiannya telah dilakukan secara cermat dan terkoordinir dengn baik. Dalam kitab Brahmana Purana, kita mendapatkan keterangan mengenai cara kodifikasi secara umum menurut teori relatifitas, dikemukakkan bahwa Weda diturunkan pertama kali pada zaman Treta Yuga, kemudian selama masa Treta Yuga, Weda dipelajari pada zaman Dwapara. Kodifikasi dilakukan pada zaman Waiwastamanu oleh Bhagawan Byasa yang juga dikenal Kresna Dwaipayana dan dibantu oleh para siswanya :
a. Bhagawan Pulaha menghimpun Rg. Weda Samhita
b. Bhagawan Jemini menghimpun Sama Weda Samhita
c. Bhagawan Waisampayana menghimpun Yajur Weda Samhita
d. Bhagawan Sumanta menghimpun Atharwa Weda Samhita

Penghimpunan ayat – ayat suci didasarkan pada pertimbangan sebagai berikut :
a. Penghimpunan berdasarkan umur mantra saat diturunkan
b. Penghimpunan didasarkan atas pengelompokan isi dan peruntukannya
c. Penghimpunan atas dasar resensi menurut keluarga Rsi yang menerima/ mengubahnya.

Untuk memahami ke 3 metode itu dapat dijelaskan sebagai berikut :
a. Penghimpunan Berdasarkan Umur Mantra
Dari keempat weda, Rg. Weda, Yajur Weda, Sama Weda dan Atarwa Weda para ahli berpendapat bahwa Rg. Weda adalah Weda yang tertua dan sumber pertama untuk Weda-weda lainnya.
Dr. B.G. Tilak, menduga bahwa Rg. Weda diturunkan sekitar tahun 4000 SM. Sedangkan para sarjana Barat maupun Timur memperkirakan Rg. Weda diturunkan sekitar tahun 2000 SM.
Untuk menentukan perkiraan tahun turunnya mantra-mantra Weda, banyak teori yang dipergunakan. Selain itu, juga ditinjau dari aspek bahasa, astronomi, penentuan nama-nama geografi dan nama-nama suku bangsa, serta tidak kalah pentingnya adalah penemuan-penemuan arkeologi. Berdasarkan penemuan tersebut disimpulkan bahwa Rg. Weda, Sama Weda, dan Atharwa Weda merupakan mantra -mantra yang disusun setelah Rg. Weda. Umumnya ketiga Weda tersebut merupakan ulangan/titipan kembali dari apa yang terdapat dalam Rg. Weda.
Yang belum dibahas disini adalah kitab Bhagawad Gita. Kalau dibaca atau kutip  dari Sloka bhagawad Gita Bab IV. dapat dilihat  agar para pengunjung atau pembaca tidak bingung isinya sebagai berikut :
Bg. 4.1
śrī-bhagavān uvāca

imaḿ vivasvatea yogaḿ
proktāvān aham avyayām
vivasvān manave prāha
manur ikṣvākave 'bravīt


Śrī-bhagavān uvāca—Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa bersabda; imām—ini; vivasvatea—kepada dewa matahari; yogam—ilmu pengetahuan hubungan kita dengan Yang Mahakuasa; proktāvān—diajarkan; aham—Aku; avyayām—tidak termusnahkan; Vivasvān—Vivasvan (nama dewa matahari); manave—kepada ayah manusia (bernama Vaivasvata); prāha—memberitahukan; manuḥ—ayah leluhur manusia; ikṣvākave—kepada Rājā Ikṣvāku; abravīt—berkata.

Terjemahan
Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Sri Krishna, bersabda: Aku telah mengajarkan ilmu pengetahuan yoga ini yang tidak dapat dimusnahkan kepada dewa matahari, Vivasvan, kemudian Vivasvan mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada Manu, ayah manusia, kemudian Manumengajarkan ilmu pengetahuan itu kepada Ikṣvāku.

Penjelasan
Di sini kita menemukan sejarah Bhagavad-gita sejak jaman purbakala waktu Bhagavad-gita disampaikan kepada golongan rājā dari semua planet, mulai dari planet matahari. raja-raja seluruh planet khususnya dimaksudkan untuk melindungi penduduknya. Karena itu, seyogyanya golongan rājā mengerti ilmu pengetahuan Bhagavad-gita agar mereka dapat memerintah warga negara dan melindungi mereka dari ikatan duniawi terhadap hawa nafsu. Kehidupan manusia dimaksudkan untuk mengembangkan pengetahuan rohani, dalam hubungan yang kekal dengan Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, dan para pemimpin pelaksana semua negara dan semua planet wajib menyampaikan pelajaran ini kepada para warga negara melalui pendidikan, kebudayaan dan bhakti. Dengan kata lain, para pemimpin semua negara dimaksudkan untuk menyebarkan ilmu pengetahuan kesadaran Krishna supaya rakyat dapat mengambil manfaat dari ilmu pengetahuan yang mulia ini, menempuh jalan yang akan mencapai sukses dan mengguna kan kesempatan bentuk kehidupan manusia.


Pada jaman ini, dewa matahari bernama Vivasvan, rājā matahari, sumber semua planet dalam tata surya. Dalam Brahma-samhita (5.52) dinyatakan:
yac-cakṣur eṣa savitā sakala-grahāṇāḿ
rājā samasta-sura-mūrtir aśeṣa-tejāḥ

yasyājñayā bhramati sambhṛta-kāla-cakro
govindam ādi-puruṣaḿ tam ahaḿ bhajāmi


Dewa Brahma bersabda, Hamba menyembah Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa, Govinda (Krishna), Kepribadian yang asli. Di bawah perintah Beliau, matahari, rājā semua planet, mendapat kekuatan yang besar sekali dan suhu yang sangat tinggi. Matahari merupakan mata Tuhan dan melintasi garis putarannya dengan mematuhi perintah Beliau."
Matahari adalah rājā planet-planet, dan dewa matahari (saat ini bernama Vivasvan) berkuasa di planet matahari, yang mengendalikan semua planet lainnya dengan menyediakan panas dan cahaya. Matahari berputar di bawah perintah Krishna, dan Sri Krishna semula mengangkat Vivasvan sebagai murid yang pertama untuk mengerti ilmu pengetahuan Bhagavad-gita. Karena itu, Bhagavad-gita bukan suatu makalah angan-angan untuk sarjana duniawi yang remeh, melainkan merupakan buku pengetahuan baku yang turun-temurun sejak sebelum awal sejarah.
Dalam Mahabhārata (santiparva) 348.51-52 kita dapat menemukan sejarah Bhagavad-gita sebagai berikut:

tretā-yugādau ca tato

vivasvān manave dadau
manuś ca loka-bhṛty-arthaḿ
sutāyekṣvākave dadau
ikṣvākuṇā ca kathito
vyāpya lokān avasthitaḥ

Pada awal jaman yang bernama Tretayuga ilmu pengetahuan ini yaitu tentang hubungan dengan Yang Mahakuasa disampaikan kepada Manu oleh Vivasvan. Manu, sebagai ayah manusia, mengajarkan ilmu pengetahuan ini kepada puteranya bernama Maharājā Ikṣvāku, rājā planet bumi dan leluhur dinasti Yadu. Sri Ramacandra menjelma dalam keluarga besar Raghu." Karena itu, Bhagavad-gita sudah ada dalam masyarakat manusia sejak masa Maharājā Ikṣvāku.
Ilustrasi Maha Rsi Wyasa

Saat ini kita baru melewati lima ribu tahun dalam Kaliyuga, yang berjalan selama 432.000 tahun. Sebelum jaman Kaliyuga ada Dvaparayuga (800.000 tahun), dan sebelumnya ada Tretayuga (1.200.000 tahun). Jadi, kurang lebih 2.005.000 tahun yang lalu, Manu menyampaikan Bhagavad-gita kepada murid dan puteranya yang bernama Maharājā Ikṣvāku, rājā planet bumi ini. Jaman Manu yang berkuasa sekarang diperhitungkan sepanjang 305.300.000 tahun. Dari masa tersebut baru 120.400.000 tahun sudah berlalu. Mengingat bahwa sebelum Manu dilahirkan Bhagavad-gita sudah disampaikan oleh Krishna kepada murid-Nya, yaitu dewa matahari yang bernama Vivasvan, diperkirakan bahwa Bhagavad-gita disabdakan sekurang-kurangnya 120.400.000 tahun yang lalu; dan Bhagavad-gita sudah ada dalam masyarakat manusia sejak dua juta tahun yang lalu. Bhagavad-gita disampaikan oleh Krishna sekali lagi kepada Arjuna kurang lebih lima ribu tahun yang lalu. Demikian perkiraan sejarah Bhagavad-gita, menurut Bhagavad-gita sendiri dan menurut pernyataan Sri Krishna yang bersabda dalam Bhagavad-gita. Bhagavad-gita disampaikan kepada dewa matahari Vivasvan, sebab Beliau juga seorang ksatriya dan beliau ayah semua ksatriya keturunan dari dewa matahari, atau para suryavamsa ksatriya. Bhagavad-gita sebaik Veda, karena disabdakan oleh Kepribadian Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, pengetahuan ini adalah apauruseya, atau melampaui kekuatan manusia. Oleh karena ajaran Veda diakui menurut aslinya tanpa penafsiran manusia, Bhagavad-gita juga harus diakui tanpa penafsiran duniawi. Orang yang bertengkar tentang hal-hal duniawi barangkali berangan-angan tentang Bhagavad-gita dengan caranya masing-masing tetapi itu bukan Bhagavad-gita menurut aslinya. Karena itu, Bhagavad-gita harus diterima menurut aslinya, dari garis perguruan, dan di sini diuraikan bahwa Krishna telah bersabda kepada dewa matahari, dewa matahari bersabda kepada puteranya bernama Manu dan Manu bersabda kepada puteranya bernama Ikṣvāku.
Sanjaya Menjelaskan Kejadian di Kuru Setra

Dari uraian bab pada Bhagawad Gita Tersebut, dapat disimpulkan Bahwa Bhagawad Gita merupakan Weda Sruti, dan Smerti, nah mengapa bisa demikian ? sruti diterima langsung/ Wahyu , disana sudah dijelaskan dengan Rinci, dan diajarkan kepada seluruh murid dan keturunannya merupakan smerti . Pada Masa perang Barata Yuda, kembali dituturkan langsung kepada penyembah murni beliau yaitu Arjuna. dan dituliskan langsung oleh Bhagawan / Rsi Wyasa. Yang bisa dijadikan tuntunan hidup dalam Ajaran Bhakti.

Disini saya hanya menambahkan yang belum dicantumkan pada sumber lain, agar wawasan kita semakin bertambah. Tentunya saya didak menulis sendiri, Banyak kutipan dari berbagai sumber. Sampai Jumpa pada artikel selanjutnya.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Demo Blog NJW V2 Updated at: 8:03:00 AM

1 komentar:

  1. Artikel yang sangat menarik.
    Kitab Weda/ Veda dalam bahasa Indonesia bisa dikirim ke saya lewat e-mail Jamesrastuna@gmail.com
    Saya ingin belajar.

    Terima kasih.

    ReplyDelete

Translate Of English To Other